Sebagian besar spesies Bunga Rafflesia – dikenal sebagai bunga bangkai di Indonesia – kini terancam punah. Sejumlah ilmuwan mendesak adanya tindakan untuk menyelamatkan tumbuhan endemik Asia Tenggara ini.
Aksi tersebut, menurut para peneliti, mesti dilakukan sesegera mungkin demi menyelamatkan bunga-bunga ini, berdasarkan kisah sukses di Indonesia.
Sekelompok ahli botani internasional meneliti 42 spesies Rafflesia yang diketahui dan habitatnya – terutama di Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Hasil penelitian mereka diterbitkan di jurnal Plants, People, Planet, pada Rabu (20/09)
Dr Chris Thorogood, Wakil Direktur Universitas Oxford Botanic Garden dan penulis studi tersebut mengatakan kajian itu menyoroti bagaimana upaya konservasi global yang diarahkan pada tanaman – betapapun ikoniknya – masih tertinggal jika dibandingkan dengan upaya penyelamatan terhadap satwa.
“Kita sangat membutuhkan pendekatan terpadu dan lintas wilayah untuk menyelamatkan beberapa bunga paling menakjubkan di dunia, yang sebagian besar kini berada di ambang kepunahan,” ujarnya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.
Sebagian besar spesies Bunga Rafflesia – dikenal sebagai bunga bangkai di Indonesia – kini terancam punah. Sejumlah ilmuwan mendesak adanya tindakan untuk menyelamatkan tumbuhan endemik Asia Tenggara ini.
Aksi tersebut, menurut para peneliti, mesti dilakukan sesegera mungkin demi menyelamatkan bunga-bunga ini, berdasarkan kisah sukses di Indonesia.
Sekelompok ahli botani internasional meneliti 42 spesies Rafflesia yang diketahui dan habitatnya – terutama di Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Hasil penelitian mereka diterbitkan di jurnal Plants, People, Planet, pada Rabu (20/09)
Dr Chris Thorogood, Wakil Direktur Universitas Oxford Botanic Garden dan penulis studi tersebut mengatakan kajian itu menyoroti bagaimana upaya konservasi global yang diarahkan pada tanaman – betapapun ikoniknya – masih tertinggal jika dibandingkan dengan upaya penyelamatan terhadap satwa.
“Kita sangat membutuhkan pendekatan terpadu dan lintas wilayah untuk menyelamatkan beberapa bunga paling menakjubkan di dunia, yang sebagian besar kini berada di ambang kepunahan,” ujarnya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.